hazdo.web.id – Pernah merasa PC atau laptop terasa semakin lambat padahal baru dinyalakan? Aplikasi lama terbuka, browser sering freeze, bahkan sekadar pindah tab saja butuh waktu. Banyak pengguna mengira solusinya harus upgrade RAM atau install ulang Windows, padahal kenyataannya tidak selalu begitu.
Di tahun 2026, kebutuhan multitasking memang semakin berat. Browser dengan puluhan tab, aplikasi chatting, hingga software kerja berjalan bersamaan.
Jika tidak diatur dengan benar, penggunaan RAM bisa membengkak tanpa disadari. Kabar baiknya, ada cara mengurangi penggunaan RAM di Windows secara aman, tanpa merusak sistem dan tanpa biaya tambahan.
Masalah paling umum yang dialami pengguna Windows adalah RAM cepat penuh meski aplikasi yang dibuka terasa sedikit. Bahkan pada laptop dengan RAM 8 GB atau 16 GB sekalipun, indikator penggunaan RAM sering menembus angka 70–90%.
Hal ini terjadi karena Windows secara default menjalankan banyak proses di latar belakang. Mulai dari startup aplikasi otomatis, layanan sistem yang jarang dipakai, hingga kebiasaan pengguna yang tidak sadar membiarkan aplikasi terus aktif meski tidak digunakan.
Jika penggunaan RAM dibiarkan terus tinggi, dampaknya bukan hanya sekadar PC terasa lambat. Dalam jangka panjang, Anda bisa mengalami:
- Aplikasi sering Not Responding
- Browser tiba-tiba menutup sendiri
- FPS drop saat bekerja atau gaming ringan
- Windows terasa berat meski baru dinyalakan
- Produktivitas menurun dan emosi ikut terkuras
Banyak orang akhirnya memilih solusi instan: install ulang Windows atau beli RAM baru. Padahal, tanpa pengaturan yang tepat, masalah yang sama bisa terulang kembali.
