hazdo.web.id – Cari HP di bawah Rp2 juta sering kali identik dengan kompromi besar-besaran: layar kasar, performa lambat, atau baterai yang cepat drop. Wajar kalau kamu jadi skeptis setiap kali ada HP baru rilis di rentang harga ini — apalagi kalau brand-nya belum sepopuler nama-nama besar di pasaran.
Nah, nubia baru saja merilis nubia A57 pada September 2026 dengan banderol mulai Rp 1.899.000. Di atas kertas, HP ini menjanjikan refresh rate 120Hz, jaminan kesehatan baterai jangka panjang, dan RAM yang bisa diperluas hingga 12GB — spesifikasi yang biasanya baru ditemukan di HP dengan harga lebih mahal. Tapi apakah semua itu benar-benar sepadan? Yuk kita bedah lengkap kelebihan dan kekurangan nubia A57 di bawah ini.
Sekilas Tentang nubia A57
nubia A57 mengusung chipset UNISOC T7250 octa-core, RAM fisik 4GB yang bisa diperluas secara virtual hingga 12GB, serta pilihan storage 64GB dan 128GB. HP ini tersedia dalam dua varian harga: Rp 1.899.000 untuk 4GB/64GB dan Rp 1.999.000 untuk 4GB/128GB — jelas menyasar segmen entry-level yang mengutamakan value for money.
Kelebihan nubia A57
1. Refresh Rate 120Hz, Jarang Ada di Kelas Harganya
Salah satu kejutan terbesar dari nubia A57 adalah layar IPS LCD 6,75 inci yang sudah mendukung refresh rate 120Hz. Di rentang harga Rp1,9 jutaan, fitur ini tergolong langka dan biasanya baru muncul di HP dengan harga jauh lebih tinggi. Ditambah kecerahan layar hingga 740 nits, pengalaman scrolling dan menonton konten jadi terasa lebih mulus dan nyaman di berbagai kondisi cahaya.
2. Jaminan Kesehatan Baterai Jangka Panjang
nubia A57 membawa baterai Li-Ion 5000 mAh dengan klaim menarik: kesehatan baterai dijamin tetap di atas 60% setelah 4 tahun pemakaian. Klaim ini penting untuk kamu yang berencana memakai HP dalam jangka panjang tanpa harus khawatir performa baterai menurun drastis di tahun-tahun berikutnya.
3. Fitur Bypass Charging
HP ini juga dilengkapi fitur bypass charging, yang memungkinkan daya listrik langsung dialirkan ke sistem tanpa harus melewati baterai saat HP sedang di-charge sambil digunakan. Fitur ini bermanfaat untuk menjaga kesehatan baterai lebih optimal, terutama bagi pengguna yang sering bermain game sambil mengisi daya.
4. RAM Virtual Hingga 12GB
Meski RAM fisiknya “hanya” 4GB, nubia A57 mendukung teknologi Dynamic RAM yang bisa memperluas kapasitas RAM secara virtual hingga 12GB. Fitur ini membantu multitasking terasa lebih lancar, terutama untuk aktivitas seperti membuka banyak tab browser atau berpindah-pindah aplikasi.
5. Slot Memori Eksternal Hingga 2TB
nubia A57 masih menyediakan slot microSD khusus dengan dukungan kapasitas hingga 2TB — nilai plus besar bagi kamu yang gemar menyimpan foto, video, atau file dalam jumlah banyak tanpa harus mengorbankan slot SIM card kedua.
6. Jack Audio 3,5mm Masih Dipertahankan
Di tengah tren HP yang mulai meninggalkan jack audio, nubia A57 justru masih mempertahankan jack 3,5mm — kabar baik untuk kamu yang masih setia dengan earphone kabel dan tidak ingin repot dengan adaptor tambahan.
7. Ketahanan Bodi IP64
Sertifikasi IP64 membuat nubia A57 tahan terhadap debu dan percikan air, cukup untuk melindungi HP dari risiko harian seperti gerimis tiba-tiba atau tumpahan air kecil.
8. Jaminan Performa Jangka Panjang
nubia turut memberikan jaminan performa HP tetap lancar hingga 50 bulan pemakaian — komitmen yang cukup jarang ditemukan pada HP kelas entry-level, sekaligus menjadi nilai tambah untuk kamu yang mencari perangkat awet.
Kekurangan nubia A57
1. Chipset UNISOC T7250 Bukan untuk Gaming Berat
Chipset UNISOC T7250 yang diusung nubia A57 memang cukup untuk aktivitas ringan harian seperti chatting, media sosial, dan streaming video. Namun untuk gaming berat atau aplikasi dengan beban grafis tinggi, performanya masih tergolong terbatas dan bukan menjadi kekuatan utama HP ini.
2. Kamera dengan Resolusi Standar
Kamera utama nubia A57 hanya mengandalkan konfigurasi 13MP (wide) ditambah sensor depth, dengan resolusi video mentok di 1080p@30fps. Kamera depannya pun “hanya” 8MP. Untuk kebutuhan fotografi serius, konfigurasi ini tergolong pas-pasan meski masih wajar untuk kelas harga di bawah Rp2 juta.
3. RAM Fisik Hanya 4GB
Meski ada teknologi RAM virtual hingga 12GB, RAM fisik nubia A57 tetap hanya 4GB. Perlu diingat, RAM virtual tidak akan pernah bisa menggantikan performa RAM fisik sepenuhnya, terutama untuk aplikasi berat yang membutuhkan kecepatan akses data tinggi.
4. Belum Mendukung Jaringan 5G
Di tahun 2026 saat jaringan 5G mulai semakin luas di Indonesia, nubia A57 masih terbatas pada jaringan 2G, 3G, dan 4G saja. Bagi kamu yang berada di kota besar dengan cakupan 5G yang mulai merata, hal ini bisa jadi pertimbangan untuk masa pakai jangka panjang.
5. Tidak Ada NFC
nubia A57 juga tidak dilengkapi NFC, sehingga fitur pembayaran digital tap-to-pay atau penggunaan sebagai kartu akses tidak bisa dimanfaatkan pada HP ini — fitur yang mulai jadi kebutuhan sehari-hari di perkotaan.
6. Daya Pengisian Masih 22,5W
Dibanding kompetitor di kelas harga serupa yang mulai menawarkan fast charging 33W ke atas, daya pengisian 22,5W pada nubia A57 tergolong standar dan membutuhkan waktu charging yang relatif lebih lama untuk mengisi baterai 5000 mAh hingga penuh.
Kesimpulan: Worth It untuk Harga Rp1,9 Jutaan?
Menimbang seluruh kelebihan dan kekurangan nubia A57 di atas, HP ini terbilang menarik untuk kelas harganya berkat kombinasi refresh rate 120Hz, jaminan kesehatan baterai jangka panjang, dan slot microSD hingga 2TB — fitur-fitur yang biasanya sulit ditemukan di rentang harga di bawah Rp2 juta. Namun, jika kamu mengutamakan performa gaming, kualitas kamera, atau dukungan jaringan 5G, ada baiknya mempertimbangkan opsi lain terlebih dahulu.
Pada akhirnya, nubia A57 cocok untuk kamu yang mencari HP entry-level dengan pengalaman visual yang terasa lebih “naik kelas” dibanding harga yang dibayarkan, tanpa berekspektasi terlalu tinggi soal performa maupun kamera. Sesuaikan lagi dengan kebutuhan dan gaya pemakaianmu sehari-hari sebelum memutuskan untuk membelinya.








Discussion about this post