HAZDOHAZDO
  • Home
  • Android
  • Internet
  • Aplikasi
  • Capcut
  • Canva
  • Game
  • Windows
  • AI
    • Gambar Gratis
  • Affiliete
Search
© 2023- hazdo.web.id. All Rights Reserved.
Reading: Bikin Konten Viral Gak Cukup! Strategi Ini yang Bikin Penjualan Melejit
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
HAZDOHAZDO
Font ResizerAa
Search
  • Home
  • Android
  • Internet
  • Aplikasi
  • Capcut
  • Canva
  • Game
  • Windows
  • AI
    • Gambar Gratis
  • Affiliete
Follow US
© 2023 hazdo.web.id. All Rights Reserved.
BlogGame

Bikin Konten Viral Gak Cukup! Strategi Ini yang Bikin Penjualan Melejit

Last updated: February 24, 2025 8:00 pm
hazdo
Share
SHARE

hazdo.web.id – Di era digital, tren di media sosial berkembang sangat cepat. Banyak bisnis tergiur untuk selalu mengikuti tren demi viralitas. Namun, apakah hanya mengikuti tren benar-benar bisa meningkatkan sales? Jawabannya tidak selalu.

Contents
  • 1. Viral Belum Tentu Berarti Penjualan
  • 2. Kurangnya Konsistensi dalam Branding
  • 3. Tidak Mencapai Target Audiens yang Tepat

Konten yang viral belum tentu mengarah pada konversi, apalagi jika tidak sesuai dengan strategi pemasaran dan branding bisnis.

Berikut alasan mengapa mengikuti tren saja tidak cukup dan bagaimana cara membuat konten yang benar-benar bisa meningkatkan penjualan.

1. Viral Belum Tentu Berarti Penjualan

Tren di media sosial sering kali berfokus pada hiburan, bukan pada nilai bisnis. Misalnya, sebuah brand mengikuti challenge viral, tetapi audiensnya tidak tertarik dengan produk yang ditawarkan. Hasilnya, engagement tinggi tetapi konversi rendah.

Solusi: Buat konten yang tetap relevan dengan brand, meskipun mengikuti tren. Selalu sertakan CTA (Call to Action) yang jelas untuk mendorong audiens melakukan pembelian.

2. Kurangnya Konsistensi dalam Branding

Mengikuti terlalu banyak tren dapat membuat identitas brand menjadi tidak konsisten. Jika audiens bingung dengan pesan yang ingin disampaikan, mereka akan sulit mengenali dan mengingat brand tersebut.

Solusi: Pastikan setiap konten, meskipun mengikuti tren, tetap memiliki elemen branding yang kuat seperti warna, tone, dan gaya komunikasi yang khas.

3. Tidak Mencapai Target Audiens yang Tepat

Tren sering kali memiliki cakupan audiens yang luas dan tidak spesifik. Jika konten hanya dibuat untuk viral tetapi tidak sesuai dengan target market, maka engagement yang didapat tidak akan berdampak pada penjualan.

Solusi: Fokus pada konten yang berbicara langsung kepada target audiens. Gunakan tren hanya jika relevan dengan produk dan pelanggan potensial.

123Next Page
TAGGED:cuandigitalkontensosmed
Share
Previous Article Mau Omzet Naik? Ini Cara Jitu Meningkatkan Traffic Media Sosial
Next Article Gak Jago Edit? AI Ini Bisa Edit Video Tanpa Ribet Dalam Hitungan Detik

Populer

Alasan OPPO A6t Layak Jadi Smartphone Andalan Sehari-hari
Gadget
Cara Setting Privasi Instagram agar Akun Tidak Mudah Di-hack
Internet
Cara Instal Laptop Tahun 2026 Paling Cepat dan Praktis
Internet
Cara Mengatasi Kursor Tidak Bergerak di Windows 10
Gadget
Cara Melakukan Riset Konten untuk Menciptakan Viral
Internet

Populer Tag

2025 adsense Affiliate AI Android antivirus Aplikasi Assistant Bank baterai bisnis BSI Canva Capcut chatgpt Chrome Clipper cms cpanel cuan DANA desain digital editing video edit video email Emulator excel facebook filmora Fitur font foto gambar game gemini google Google Gemini guru Harga hero HP huawei iklan instagram IOS iPhone kerja komputer konten Kreator Langganan Laptop Live lynk media sosial meta Mobile Legends Monetisasi one piece online Oppo PayPal PC platform ponsel powerpoint produk promosi Prompt Ramadhan Redmi samsung SEO shopee smartphone Snapdragon sosial media sosmed Spotify tablet TikTok tips tools Video video editing video editor virus vivo web Website WhatsApp windows Windows 10 windows10 windows 11 Word wordpress Xiaomi youtube
HAZDOHAZDO
Follow US
© 2026 Hazdo.web.id. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?