Agitate: Algoritma Baru Tidak Lagi “Ramah” untuk Konten Lama
Yang membuat situasi ini terasa menyakitkan adalah satu hal:
cara lama sudah tidak efektif lagi.
Beberapa dampak yang paling terasa:
- Konten informatif kalah dengan konten interaktif
- Video tanpa hook kuat langsung tenggelam
- Postingan statis jarang muncul di feed
- Akun pasif langsung kehilangan exposure
Lebih parahnya lagi, algoritma kini lebih selektif dalam hitungan detik pertama. Jika audiens tidak bereaksi cepat, konten akan berhenti didistribusikan.
Artinya:
Sekali gagal di awal, konten kamu hampir tidak punya kesempatan kedua.
Inilah alasan kenapa banyak kreator merasa “algoritma kejam”, padahal sebenarnya algoritma sedang berubah arah.
Apa Saja Perubahan Algoritma Media Sosial di Awal 2026?
1. Fokus ke Retention, Bukan Sekadar View
Algoritma 2026 tidak lagi terpaku pada jumlah view awal.
Yang dinilai adalah:
- Durasi tonton
- Scroll stop
- Watch time
- Interaksi aktif (komen, save, share)
Konten yang ditonton sampai habis punya peluang jauh lebih besar untuk disebar.
2. Interaksi Lebih Penting dari Hashtag
Hashtag masih berfungsi, tapi bukan faktor utama.
Sekarang algoritma lebih memprioritaskan:
- Komentar panjang
- Diskusi di kolom komentar
- Save dan share
Konten tanpa interaksi dianggap tidak relevan.
3. Konten “Asli” Lebih Diprioritaskan
Reupload, konten duplikat, atau template berulang mulai kehilangan daya dorong.
Algoritma 2026:
- Mengenali pola konten
- Mengurangi distribusi konten yang mirip
- Mendorong kreativitas orisinal
Ini terasa berat, tapi sebenarnya peluang besar bagi kreator yang adaptif.
4. Hook 3 Detik Jadi Penentu Hidup-Mati Konten
Di awal 2026, 3 detik pertama adalah segalanya.
Jika audiens:
- Tidak berhenti scroll
- Tidak penasaran
- Tidak merasa relate
Maka algoritma akan langsung menghentikan distribusi.




