1. Konten Edukasi (Soft Authority)
Alih-alih menjual produk, fokuslah mengajari sesuatu.
Contoh:
- “Cara bikin desain rapi meski nggak bisa desain”
- “Kesalahan pemula saat mulai affiliate”
- “Cara kerja sistem affiliate untuk pemula”
Di akhir konten, produk hadir sebagai alat bantu, bukan fokus utama.
➡ Audiens merasa terbantu, bukan dijuali.
2. Konten Pengalaman Pribadi (Storytelling)
Storytelling adalah senjata paling ampuh dalam affiliate tanpa jualan.
Contoh:
- “Dulu saya stuck bikin konten, sekarang lebih rapi”
- “Kenapa saya berhenti pakai cara lama”
- “Kesalahan saya saat pertama kali affiliate”
Produk masuk sebagai bagian dari cerita, bukan promosi.
➡ Audiens percaya karena terasa jujur dan manusiawi.
3. Konten Problem–Solving
Konten jenis ini fokus pada masalah audiens, bukan produk.
Contoh:
- “Kenapa konten sepi padahal sudah konsisten?”
- “Alasan affiliate pemula sulit closing”
- “Kenapa promosi link terus malah bikin ilfeel?”
Solusi dijelaskan dulu, produk hadir di akhir sebagai opsi.
➡ Produk terasa relevan, bukan dipaksakan.
4. Konten Before–After (Tanpa Pamer Berlebihan)
Tidak perlu flexing berlebihan. Cukup tunjukkan perubahan logis.
Contoh:
- Sebelum: desain berantakan
- Sesudah: desain lebih rapi & konsisten
Tanpa kata “beli sekarang”.
➡ Audiens menyimpulkan sendiri manfaat produk.
5. Konten Tutorial Tanpa Sebut Harga
Tutorial adalah contoh konten affiliate tanpa jualan yang paling aman.
Contoh:
- “Cara bikin landing page sederhana”
- “Cara edit desain cepat”
- “Cara riset konten affiliate”
Produk disebut sebagai tools yang dipakai, bukan ditawarkan.
➡ Audiens fokus belajar, bukan menolak promosi.
