hazdo.web.id – Profesi video clipper kini jadi primadona di era konten pendek. Banyak pemula tergiur karena terlihat simpel: potong video, upload, lalu tunggu views datang. Tapi kenyataannya, mayoritas clipper pemula justru stuck di angka ratusan views.
Masalahnya bukan pada algoritma semata, melainkan kesalahan teknis dan strategi yang sering dilakukan tanpa disadari. Jika kamu merasa sudah rajin upload tapi views tidak naik, bisa jadi kamu mengulang kesalahan yang sama seperti kebanyakan video clipper pemula lainnya.
Video Sudah Di-clip, Tapi Views Tetap Sepi
Banyak clipper pemula mengira:
- Asal potong bagian lucu sudah cukup
- Upload banyak video = auto viral
- Algoritma yang salah, bukan kontennya
Padahal, tanpa teknik yang benar, video clipper akan:
- Sulit tembus FYP
- Tidak direkomendasikan algoritma
- Sepi engagement meski kontennya bagus
Video Sudah Di-clip, Tapi Views Tetap Sepi
Banyak clipper pemula mengira:
- Asal potong bagian lucu sudah cukup
- Upload banyak video = auto viral
- Algoritma yang salah, bukan kontennya
Padahal, tanpa teknik yang benar, video clipper akan:
- Sulit tembus FYP
- Tidak direkomendasikan algoritma
- Sepi engagement meski kontennya bagus
Kesalahan Kecil yang Bikin Algoritma “Menolak” Videomu
Kesalahan clipper pemula sering dianggap sepele, tapi dampaknya besar:
- Hook lemah → penonton scroll
- Durasi tidak tepat → watch time rendah
- Caption asal → video tidak terbaca algoritma
Akibatnya, algoritma membaca kontenmu sebagai tidak menarik, lalu menghentikan distribusi sejak awal. Inilah alasan kenapa banyak video clipper berhenti di 200–500 views saja.

