Banyak orang tertarik terjun ke dunia affiliate karena terlihat simpel: cukup share link, lalu menunggu komisi masuk. Namun kenyataannya, tidak sedikit yang sudah berbulan-bulan promosi tapi hasilnya tetap nol. Bukan karena kurang usaha, melainkan karena salah langkah sejak awal—memilih produk.
Di dunia affiliate, produk adalah fondasi utama. Konten boleh rapi, copywriting boleh menarik, traffic boleh besar. Tapi kalau produk yang dipromosikan tidak tepat sasaran, semua usaha itu akan terasa sia-sia. Di artikel ini, kamu akan memahami cara pilih produk affiliate yang laku, bukan sekadar ikut tren.
Masalah paling umum yang dialami affiliate pemula adalah memilih produk secara asal. Biasanya karena:
- Tergiur komisi besar
- Ikut-ikutan produk viral
- Tidak paham target audience
Akibatnya, produk dipromosikan ke orang yang tidak membutuhkan. Link diklik, tapi tidak ada transaksi. Inilah awal dari rasa frustrasi dalam affiliate marketing.
Bayangkan sudah capek bikin konten setiap hari. Edit video, riset hashtag, balas komentar. Tapi notifikasi komisi tak kunjung muncul. Lama-lama muncul pikiran:
“Apa affiliate memang susah?”
“Atau aku yang nggak berbakat jualan?”
Padahal masalahnya sederhana: produk yang kamu jual tidak menyelesaikan masalah audiensmu. Selama itu belum dibenahi, sekeras apa pun promosi, hasilnya akan tetap sama.
Berikut strategi yang terbukti efektif dan bisa langsung kamu praktikkan.
