hazdo.web.id – Pernahkah kamu panik karena baterai HP tinggal 10% padahal acara baru separuh jalan? Atau terpaksa membawa power bank ke mana-mana, seperti membawa satu ponsel kedua? Itu keluhan klasik pengguna smartphone, dan jawaban paling jujur biasanya sederhana: butuh baterai yang lebih besar.
Motorola menjawabnya lewat Moto G77 Power, ponsel yang menjadikan daya tahan sebagai jualan utama. Tapi baterai jumbo saja tidak cukup untuk menjadikan sebuah HP layak dibeli. Di artikel ini kita bedah kelebihan dan kekurangan Motorola Moto G77 Power secara jujur, supaya kamu tahu apakah ia benar-benar teman harian yang pas atau hanya unggul di satu sisi.
Sekilas Tentang Motorola Moto G77 Power
Moto G77 Power pertama kali dirilis secara global pada Juli 2026, lalu mendarat di Indonesia pada Oktober 2026. Varian 4GB/128GB dibanderol Rp4.299.000. Di beberapa pasar tersedia juga opsi RAM 8GB. Pilihan warnanya empat: Impenetrable Gray, Nautical Blue, Fuchsia Red, dan Laurel Green. Harga bisa berubah sewaktu-waktu, jadi cek toko resmi sebelum membeli.
Kelebihan Motorola Moto G77 Power
1. Baterai 7.000mAh berteknologi silikon-karbon
Inilah alasan utama HP ini ada. Kapasitas 7.000mAh jauh di atas rata-rata ponsel di kelasnya, dan memakai teknologi Si/C yang memungkinkan baterai besar tanpa membuat bodi terlalu tebal. Buat kamu yang sering di luar rumah, ojek online, mahasiswa yang seharian di kampus, atau pekerja lapangan, ini mengurangi kecemasan soal colokan.
2. Pengisian 30W dan reverse charging 6W
Baterai besar butuh pengisian yang tidak terlalu lambat, dan 30W cukup masuk akal untuk kapasitas segini. Bonusnya, ada reverse charging kabel 6W. Kalau ponsel temanmu sekarat, kamu bisa berbagi daya dari G77 Power.
3. Layar IPS LCD 6,72 inci Full HD+ dengan 120Hz
Resolusi 1080 x 2400 piksel (sekitar 432 ppi) membuat tampilan teks dan gambar lebih tajam dibanding banyak HP murah yang masih HD+. Refresh rate 120Hz membuat scrolling terasa mulus, dan Gorilla Glass 7i melindungi dari goresan. Di harga Rp4 jutaan, kombinasi ini sudah cukup menyenangkan.
4. Chipset Dimensity 6400 yang lebih bertenaga
Dimensity 6400 punya dua inti Cortex-A76 2,5 GHz dan enam inti Cortex-A55 2,0 GHz, ditemani GPU Mali-G57 MC2. Untuk media sosial, streaming, dan game ringan, performanya aman. Dibanding Dimensity 6300 yang dipakai Moto G37 dan G67, ini sedikit langkah maju.
5. Bodi tahan banting: IP64 dan MIL-STD-810H
HP ini kedap debu dan tahan percikan air berkat IP64, serta mengantongi sertifikasi MIL-STD-810H untuk ketahanan terhadap benturan dan jatuh dari ketinggian tertentu. Cocok bagi pengguna yang aktif dan sering membawa HP dalam kondisi tidak ideal. Namun perlu diingat, IP64 bukan tahan rendam.
6. Audio lengkap: stereo, Dolby Atmos, jack 3,5 mm, dan FM radio
Stereo speaker dengan Dolby Atmos dan Hi-Res Audio membuat film dan musik terdengar penuh. Jack 3,5 mm masih ada, dan bahkan ada FM radio, fitur yang kini makin langka. Bluetooth 5.4 juga mendukung aptX HD untuk headset nirkabel berkualitas.
7. Kamera depan 32MP dan dua kamera belakang
Kamera utamanya 50MP f/1.8 dengan PDAF, dibantu kamera ultrawide 8MP dengan sudut pandang 120 derajat. Kamera depan 32MP cukup untuk swafoto dan video call. Video bisa direkam hingga 2K 30fps, dengan stabilisasi EIS.
Kekurangan Motorola Moto G77 Power
1. Bodi tebal dan berat
Dengan ketebalan 8,9 mm dan bobot 215 gram, ini bukan ponsel yang ringan di saku. Ini harga yang harus dibayar untuk baterai jumbo. Kalau kamu menyukai HP tipis dan ringan, bersiap merasakan perbedaannya. Pemakaian satu tangan dalam waktu lama juga bisa melelahkan.
2. Layar masih IPS LCD, bukan AMOLED
Meski tajam dan 120Hz, panel IPS LCD tidak menawarkan warna sepekat dan kontras sedalam AMOLED. Hitamnya tidak sehitam layar OLED, dan HP seharga ini di kelas pesaing mulai banyak yang membawa panel AMOLED.
3. Jaminan update OS hanya satu kali
Menurut data yang saya rujuk, jaminan update OS hanya satu kali. Ini pendek untuk ponsel yang kamu harapkan awet bertahun-tahun, apalagi dengan baterai sebesar ini. Kalau kamu ingin HP yang tetap relevan secara software, ini poin yang patut dicermati.
4. RAM varian dasar hanya 4GB
Varian Rp4.299.000 membawa RAM 4GB LPDDR4X. Cukup untuk penggunaan ringan, tapi kamu bisa terasa terbatas saat membuka banyak aplikasi sekaligus. Opsi 8GB tersedia di beberapa pasar, namun belum tentu masuk ke Indonesia.
5. Tidak ada eSIM dan penyimpanan hanya 128GB
Berbeda dengan Moto G37 dan G67, G77 Power tidak mendukung eSIM. Penyimpanan internal juga hanya tersedia 128GB, meski slot hybrid mendukung kartu memori. Slot hybrid artinya kamu harus memilih antara SIM kedua atau microSD.
6. Tanpa wireless charging dan USB masih 2.0
Pengisian nirkabel tidak tersedia, dan port USB Type-C-nya masih standar 2.0, sehingga transfer data tidak secepat standar yang lebih baru.
Spesifikasi Singkat Moto G77 Power
| Komponen | Detail |
|---|---|
| Layar | 6,72 inci IPS LCD, 120Hz, 1080 x 2400 piksel |
| Chipset | MediaTek Dimensity 6400 |
| RAM / Memori | 4GB atau 8GB / 128GB (slot hybrid) |
| Kamera belakang | 50MP f/1.8 + 8MP ultrawide |
| Kamera depan | 32MP f/2.2 |
| Baterai | 7.000mAh (Si/C), 30W, reverse charging 6W |
| OS | Android 16 (update OS 1 kali) |
| Ketahanan | IP64, MIL-STD-810H |
| Dimensi / Bobot | 166,2 x 76,5 x 8,9 mm / 215 g |
| Konektivitas | 5G, Wi-Fi dual-band, Bluetooth 5.4, NFC |
Moto G77 Power Cocok untuk Siapa?
Moto G77 Power cocok untuk kamu yang mengutamakan daya tahan baterai: pengemudi ojek online, mahasiswa, pekerja lapangan, atau siapa pun yang sering jauh dari colokan. Layar Full HD+ 120Hz, audio lengkap, dan bodi tangguh membuat paketnya terasa praktis.
Kalau kamu mengutamakan bodi tipis, layar AMOLED, atau update software panjang, sebaiknya lirik pilihan lain. Kalau kamu ingin harga lebih rendah, Moto G67 Power sekitar Rp4.199.000 juga layak dipertimbangkan.
Kesimpulan
Setelah membedah kelebihan dan kekurangan Motorola Moto G77 Power, gambarannya cukup jelas. Ia adalah ponsel yang fokus pada satu hal dan melakukannya dengan baik: baterai 7.000mAh yang tahan lama, ditopang layar Full HD+ 120Hz, audio lengkap, dan bodi tangguh. Imbalannya adalah bodi yang tebal dan berat, layar LCD biasa, dan jaminan update OS yang pendek.
Singkatnya, Moto G77 Power adalah ponsel kerja keras, bukan ponsel gaya. Kalau prioritasmu adalah baterai tahan lama di harga Rp4 jutaan, ia layak masuk daftar. Kalau kamu mencari HP tipis dan stylish, pilihan lain mungkin lebih cocok.
Menurutmu, mana yang lebih penting di HP Rp4 jutaan: baterai jumbo atau bodi yang tipis dan ringan? Tulis pendapatmu di kolom komentar, ya!









Discussion about this post