hazdo.web.id – TikTok kini menjadi salah satu platform favorit bagi kreator konten, seller, hingga affiliate marketer untuk mendapatkan penghasilan. Sayangnya, popularitas tersebut juga dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab yang menjalankan berbagai modus penipuan. Salah satu modus yang belakangan mulai banyak ditemukan adalah penipuan berkedok affiliate TikTok dengan dalih menawarkan kerja sama atau kolaborasi.
Awalnya, korban akan dihubungi melalui TikTok, WhatsApp, Telegram, atau media sosial lainnya. Pelaku mengaku berasal dari agensi kreator resmi dan menawarkan kesempatan mendapatkan komisi besar melalui program affiliate atau TikTok Shop.
Sekilas tawaran tersebut terdengar sangat menggiurkan. Namun setelah korban menunjukkan ketertarikan, pelaku mulai mengarahkan korban untuk melakukan satu langkah yang cukup berbahaya, yaitu menautkan akun TikTok ke akun agensi yang mereka miliki.
Jika Anda baru menerima tawaran serupa, jangan langsung menyetujuinya. Artikel ini akan membahas bagaimana modus tersebut bekerja, mengapa Anda harus berhati-hati, serta cara menghindarinya.
Penipuan berkedok affiliate TikTok merupakan modus yang memanfaatkan ketidaktahuan pengguna mengenai fitur penautan akun (Account Linking) antara kreator dengan agensi.
Pelaku mengaku sebagai:
- Agency TikTok
- Partner resmi TikTok Shop
- MCN (Multi Channel Network)
- Creator Management
- Tim Affiliate Resmi
- Manajemen Kreator TikTok
Mereka biasanya menjanjikan berbagai keuntungan seperti:
- Komisi tinggi hingga puluhan persen.
- Produk gratis.
- Prioritas campaign.
- Pendapatan jutaan rupiah per bulan.
- Bonus khusus bagi kreator baru.
Padahal tujuan utama mereka adalah meminta korban memberikan akses tertentu terhadap akun TikTok melalui fitur penautan akun.
Modus Penipuannya Seperti Apa?
Modus ini biasanya berlangsung dalam beberapa tahap.
1. Menghubungi Korban
Korban menerima pesan seperti:
“Halo Kak, kami dari Agency Affiliate TikTok.”
atau
“Kami ingin mengajak Kakak bekerja sama sebagai affiliate resmi.”
Biasanya mereka menggunakan foto profil yang terlihat profesional.
2. Menawarkan Penghasilan Besar
Pelaku mulai meyakinkan korban dengan berbagai janji seperti:
- Komisi besar.
- Banyak campaign.
- Produk gratis.
- Pendapatan jutaan rupiah.
Semuanya terdengar sangat mudah tanpa penjelasan yang jelas mengenai mekanisme kerja sama.
3. Mengirim Permintaan Menautkan Akun
Inilah tahap yang paling penting.
Korban diminta membuka notifikasi TikTok yang berisi permintaan seperti pada gambar yang Anda unggah.
Pada halaman tersebut muncul tulisan “Permintaan Menautkan Akun” beserta penjelasan bahwa pengguna akan memberikan izin kepada mitra untuk mulai bekerja sama.
Di dalam halaman tersebut juga dijelaskan bahwa mitra dapat mengakses sebagian data akun, termasuk informasi performa, data LIVE, video, dan informasi lainnya sesuai izin yang diberikan.
Walaupun fitur ini memang tersedia di TikTok, Anda tidak boleh menerima permintaan dari pihak yang identitasnya belum benar-benar dapat diverifikasi.
Tanda-Tanda Penawaran Affiliate yang Mencurigakan
Berikut beberapa ciri yang sering muncul pada modus penipuan.
1. Janji Penghasilan Tidak Masuk Akal
Misalnya:
- Rp500.000 per hari.
- Rp10 juta per bulan tanpa syarat.
- Komisi sangat tinggi.
2. Terburu-buru
Pelaku biasanya mengatakan:
“Harus diterima hari ini.”
atau
“Kalau tidak sekarang, kesempatan hangus.”
Padahal kerja sama profesional tidak dilakukan dengan cara memaksa.
3. Tidak Memiliki Website Resmi
Agency profesional biasanya memiliki:
- Website.
- Email perusahaan.
- Profil bisnis.
- Alamat kantor.
Jika semuanya tidak ada, Anda patut curiga.
4. Meminta Menautkan Akun Tanpa Penjelasan
Ini merupakan salah satu tanda yang perlu diwaspadai.
Jangan pernah memberikan akses akun hanya karena tergiur janji komisi.
Cara Mengecek Apakah Agency Benar atau Tidak
Sebelum menerima kerja sama, lakukan beberapa langkah berikut.
Cari Nama Perusahaannya
Masukkan nama agency ke Google.
Lihat apakah benar-benar memiliki website resmi.
Periksa Media Sosialnya
Agency profesional biasanya aktif di berbagai platform.
Cari Review Pengguna
Baca pengalaman kreator lain mengenai agency tersebut.
Jangan Takut Bertanya
Mintalah:
- Nama perusahaan.
- Nomor legalitas (jika ada).
- Website resmi.
- Email perusahaan.
- Kontrak kerja sama.
Jika mereka menghindari pertanyaan tersebut, sebaiknya batalkan kerja sama.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Sudah Terlanjur Menautkan Akun?
Apabila Anda merasa telah menerima permintaan dari pihak yang mencurigakan, segera lakukan langkah berikut:
- Periksa menu pengaturan akun TikTok dan lihat apakah ada tautan dengan mitra atau agensi yang tidak dikenal.
- Putuskan tautan jika memungkinkan melalui fitur yang tersedia.
- Ganti kata sandi akun TikTok Anda.
- Aktifkan verifikasi dua langkah (2FA) untuk meningkatkan keamanan akun.
- Waspadai aktivitas yang tidak biasa pada akun, seperti perubahan informasi profil atau akses yang tidak Anda lakukan.
- Laporkan akun atau pihak yang diduga melakukan penipuan melalui fitur pelaporan di aplikasi TikTok.
Program affiliate TikTok memang menjadi peluang yang menarik untuk menghasilkan pendapatan. Namun di balik peluang tersebut, terdapat oknum yang mencoba memanfaatkan pengguna dengan modus menawarkan kolaborasi palsu lalu meminta mereka menautkan akun.
Perlu dipahami bahwa fitur penautan akun bukan berarti penipuan secara otomatis, karena TikTok memang menyediakan fitur tersebut untuk kebutuhan kerja sama dengan mitra tertentu. Namun, Anda hanya boleh menerima permintaan tersebut apabila benar-benar yakin bahwa pihak yang mengirim adalah mitra resmi dan identitasnya telah diverifikasi.
Jangan mudah tergiur janji penghasilan besar. Selalu lakukan pengecekan terhadap identitas pihak yang menghubungi, baca setiap informasi yang muncul di layar sebelum menekan tombol Terima, dan utamakan keamanan akun Anda.
Dengan lebih waspada, Anda dapat terhindar dari berbagai modus penipuan digital yang semakin berkembang.








Discussion about this post