hazdo.web.id – Pernah menggunakan Claude tetapi merasa jawabannya masih terlalu biasa? Kamu sudah memberikan prompt panjang, tetapi hasil akhirnya belum benar-benar sesuai dengan ekspektasi? Kalau iya, mungkin bukan AI-nya yang kurang pintar, melainkan instruksi yang diberikan belum cukup terarah.
Di tengah semakin banyaknya orang menggunakan AI untuk menulis, coding, riset, membuat strategi bisnis, hingga menghasilkan ide konten, kemampuan memberikan instruksi menjadi semakin penting. Satu prompt yang sama bisa menghasilkan jawaban yang sangat berbeda ketika konteks, peran, gaya berpikir, dan tujuan akhirnya diubah.
Nah, belakangan muncul berbagai daftar Claude Powerful Commands yang menggunakan format seperti /godmode, /10x, /pitch, /compare, hingga /critique. Perintah-perintah ini menarik karena dapat dijadikan shortcut untuk memberikan arahan tertentu kepada Claude. Namun, penting dipahami sejak awal: command tersebut bukan berarti fitur rahasia resmi yang otomatis membuka mode tersembunyi Claude. Sebagian besar lebih tepat dipandang sebagai pola instruksi atau shortcut prompt yang bisa membantu mengarahkan respons AI.
15 Powerful Commands untuk Claude yang Bisa Kamu Coba
Berikut daftar command yang dapat dijadikan inspirasi untuk membuat prompt Claude lebih terarah.
1. /godmode — Aggressive, Powerful Mode
Command pertama adalah /godmode.
Konsepnya adalah memberikan instruksi agar Claude menggunakan pendekatan yang lebih tegas, mendalam, dan agresif dalam menganalisis suatu persoalan.
Contoh:
/godmode Analisis strategi bisnis ini secara agresif. Jangan hanya menjelaskan kelebihan, tetapi cari juga kelemahan terbesar dan peluang yang belum dimanfaatkan.
Perintah ini cocok untuk brainstorming dan evaluasi strategi.
Namun, jangan menganggap /godmode sebagai tombol yang benar-benar membuka “mode dewa” pada Claude. Ini lebih tepat digunakan sebagai label instruksi yang menjelaskan gaya respons yang kamu inginkan.
2. /devil — Steelman the Opposition
Sedang berdebat atau ingin melihat sudut pandang lawan?
Gunakan /devil.
Konsepnya adalah meminta AI menyusun argumen pihak yang berseberangan dengan kuat, bukan sekadar membuat kritik asal-asalan.
Contoh:
/devil Jelaskan argumen terkuat yang mendukung keputusan kompetitor saya.
Menariknya, pendekatan seperti ini bisa membantu kamu menemukan kelemahan dalam argumen sendiri.
3. /10x — Rewrite 10x Sharper
Punya tulisan tetapi terasa biasa?
Coba gunakan /10x.
Contoh:
/10x Perbaiki headline berikut agar lebih tajam, menarik, dan memiliki hook yang kuat.
Command ini cocok untuk:
- Headline
- Copywriting
- Judul YouTube
- Landing page
- Caption
- Script iklan
Daripada sekadar meminta “perbaiki tulisan”, kamu dapat menjelaskan aspek yang ingin ditingkatkan.
4. /pitch — 30-Second Investor/Client Pitch
Kalau harus menjelaskan produk dalam waktu singkat, /pitch bisa menjadi shortcut yang berguna.
Contoh:
/pitch Jelaskan bisnis jasa pembuatan website ini dalam pitch 30 detik untuk calon klien.
AI dapat diarahkan untuk memusatkan perhatian pada:
- Masalah
- Solusi
- Nilai produk
- Keunggulan
- Alasan memilih produk
5. /ghost — Human-Like Response
Command /ghost ditujukan untuk mendapatkan respons yang terasa lebih natural dan tidak terlalu kaku.
Contoh:
/ghost Tulis ulang pesan promosi ini agar terdengar seperti manusia yang sedang berbicara kepada calon pelanggan.
Tetap penting untuk memberikan gaya bahasa yang spesifik. Misalnya santai, profesional, persuasif, atau conversational.
6. /compare — Side-by-Side Analysis
Mau membandingkan dua produk atau strategi?
Gunakan /compare.
Contoh:
/compare Bandingkan smartphone A dan smartphone B berdasarkan kamera, performa, baterai, harga, dan value for money.
Format perbandingan seperti ini sangat cocok untuk:
- Smartphone
- Laptop
- Software
- Strategi bisnis
- Produk digital
7. /scout — Find Risks and Blind Spots
Salah satu command yang sangat berguna untuk proses evaluasi adalah /scout.
Tujuannya adalah mencari risiko dan blind spot, yaitu hal-hal yang mungkin tidak kita sadari.
Contoh:
/scout Evaluasi rencana bisnis ini dan cari risiko, asumsi yang lemah, serta masalah yang mungkin muncul.
Untuk bisnis, fitur seperti ini dapat membantu sebelum sebuah keputusan benar-benar dijalankan.
8. /artifacts — Build Apps in Chat
/artifacts berkaitan dengan kemampuan Claude dalam menghasilkan atau bekerja dengan artefak seperti kode, komponen, dan aplikasi dalam konteks yang mendukung fitur tersebut.
Contohnya:
/artifacts Buatkan prototype landing page sederhana untuk produk ini.
Catatan penting: menulis /artifacts sendiri tidak otomatis menjamin fitur Artifacts tersedia atau aktif pada setiap akun, model, maupun percakapan. Ketersediaan fitur tetap bergantung pada produk Claude yang sedang digunakan.
9. /ooda — Complex Code Problem Solving
Untuk masalah pemrograman yang rumit, kamu dapat menggunakan konsep /ooda.
OODA berasal dari:
Observe → Orient → Decide → Act.
Contoh:
/ooda Analisis bug pada kode berikut, identifikasi penyebabnya, tentukan solusi terbaik, kemudian berikan versi kode yang sudah diperbaiki.
Pendekatan seperti ini membantu AI tidak langsung melompat ke solusi sebelum memahami masalah.
10. /artifacts — Improve Existing Work
Daftar command yang kamu berikan mencantumkan /artifacts kembali pada nomor 10 dengan fungsi memperbaiki dan menemukan kesalahan.
Karena terjadi duplikasi pada daftar awal, lebih baik kita memahami penggunaannya sebagai konsep tambahan:
/artifacts Review aplikasi ini, cari bagian yang bermasalah, lalu berikan perbaikan.
Jadi, satu command dapat digunakan dengan konteks berbeda sesuai kebutuhan.
11. /ooda — Problem Solving untuk Coding
/ooda juga muncul kembali pada daftar.
Pengulangan ini sebenarnya tidak perlu dianggap sebagai command berbeda. Kamu dapat menggunakannya sebagai pendekatan sistematis untuk masalah coding yang kompleks.
Contohnya:
/ooda Temukan penyebab error pada program ini. Jelaskan proses diagnosis sebelum memberikan solusi.
Dengan cara tersebut, kamu mendorong AI untuk melakukan analisis lebih terstruktur.
12. /critique — Improve & Find Faults
Sudah membuat artikel, desain konsep, strategi, atau kode?
Jangan langsung dipublikasikan.
Gunakan /critique untuk meminta AI menjadi reviewer.
Contoh:
/critique Cari kelemahan artikel ini dari sisi struktur, kejelasan, SEO, dan daya tarik pembaca. Berikan rekomendasi perbaikan.
Ini sangat cocok untuk proses editing sebelum publikasi.
13. /explainlikeim5 — Super Clear Explanation
Kalau penjelasan AI terasa terlalu teknis, gunakan:
/explainlikeim5 Jelaskan bagaimana blockchain bekerja.
Konsepnya mirip dengan ELI5 atau Explain Like I’m 5.
AI diarahkan menggunakan bahasa sederhana, analogi, dan contoh yang mudah dipahami.
14. /brief — Shortest, No-Fluff Answer
Tidak semua pertanyaan membutuhkan jawaban panjang.
Kalau kamu ingin langsung mendapatkan inti jawaban:
/brief Apa perbedaan RAM dan ROM?
Perintah ini cocok untuk:
- Ringkasan
- Quick answer
- Catatan
- Caption
- Poin penting
15. /teacher — Mentor & Debate
Terakhir adalah /teacher.
Command ini dapat digunakan ketika kamu ingin AI berperan sebagai mentor yang tidak hanya memberikan jawaban, tetapi membantu proses belajar.
Contoh:
/teacher Ajari saya digital marketing dari dasar. Berikan latihan, kemudian evaluasi jawaban saya.
Kamu juga dapat mengarahkannya untuk melakukan diskusi atau debat agar proses belajar menjadi lebih interaktif.
AI yang powerful tidak selalu membutuhkan prompt yang sangat panjang. Yang paling penting adalah instruksi yang jelas, konteks yang tepat, dan tujuan yang spesifik.
Namun, jangan hanya mengandalkan command.
Tambahkan juga siapa targetnya, apa tujuan akhirnya, format yang diinginkan, gaya bahasa, batasan, serta kriteria keberhasilan. Dengan kombinasi tersebut, Claude akan lebih mudah memahami pekerjaan yang kamu inginkan.
Jadi, daripada sekadar mencari “kode rahasia AI”, mulai sekarang fokuslah membuat instruksi yang benar-benar mampu mengarahkan AI. Di situlah kekuatan prompt engineering sebenarnya.








Discussion about this post